Follow:
Travel tips, Uncategorized

Piknik Tipis Tipis : Alam Mayang Pekanbaru

PANO_20171013_102527

 

Bulan Juli 2017, beberapa hari setelah Hari Raya Lebaran suami mendapat surat cinta dari kantor yang mengharuskan kami untuk pindah ke luar pulau yaitu Kota Pekanbaru. Awalnya kami sedikit berat hati dan meraba-raba bagaimana rasanya tinggal di Sumatra akankah sama seperti ketika kami tinggal di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, sendu dan sepi? Apalagi setelah hampir 5 tahun hidup di Jakarta TangSel dan banyak pendapat yang bilang kotanya panas, resiko asap dan kuliner yang sangat terbatas.

Tanpa ekspektasi apa-apa tibalah hari kami pindah. Kota Pekanbaru ternyata besar, bagus indah (yaiyalah ibukota propinsi), ternyata kami cukup teiasa dengan cuacanya karena mungkin pernah di Pontianak juga. Soal makanan sih sejauh ini saya sudah menemukan yang cocok di lidah. Jalanan juga nggak semacet di Jakarta. Yang jadi masalah Kota Pekanbaru ini ternyata sangat minim wisata alam, nggak ada gunung nggak ada pantai, lebih banyak wisata hiburan seperti karaoke bioskop dan pub. Habislah pikir saya yang gemar berwisata alam. Jadilah agenda weekend kami jalan-jalan di Mall saja, karena untuk ke Bukittinggi harus menempuh perjalanan sekitar 5 jam.

Satu hari kami iseng-iseng explore di google map dan menemukan tempat wisata yang bernama Taman Wisata Alam Mayang yang jaraknya hanya 2 km dari tempat kami tinggal. Suatu hari suami yang pulang lebih cepat dari dinasnya mengajak kami kesana, jadilah piknik tipis-tipis kita :D. Karena di depan Alam Mayang ini ada tempat cuci mobil kami memilih berjalan kaki ketika mobilnya dicuci yang ternyata bukan pilihan bijak karena jalan masuknya jauh dan di dalam luas sekali (kurang lebih 2 ha)

Katika masuk akan ada loket penjualan tiket, kalau tidak salah 18.000 rupiah perorang belum termasuk kendaraan. Untuk sebuah taman cukup mahal awalnya pikirku, tapi kalau melihat kebersihannya karena banyaknya pekerja yang mantain taman worthed lah.

Awal masuk kita disambut jalanan dengan pohon-pohon tingginya. Cukup asri tapi jangan berharap sesejuk di Kebun Raya ya. Ada pula rumah pohon di bagian depan beserta fltying fox (tapi saya nggak melihat ada penjanganya) dan kemudian terdapat taman bermain untuk anak-anak. Ada prosotan berbentuk gajah yang unik dan membuat Aksa ingin mencobanya.

1

 

 

Berjalan semakin jauh ke dalam terdapat danau buatan yang cukup bagus untuk berfoto-foto dengan oranmen patung ala easter island. Kebanyakan keluarga duduk di tepi danau ini untuk piknik atau menggelar acara gathering. Terdapat juga gazebo-gazebo yang mungkin disewakan.

Berjalan lebih jauh lagi kita bisa menemukan bangunan Β berentuk kapal , semacam pura buatan dan juga buaya besar yang cukup horros menurut saya. Karena yang terjadi setelah itu adalah kami menyewa bebek-bebek-an kayuh di salah satu danaunya. Nah setelah beberapa lama berjalan saya mendengar seperti ada yang masuk air dan berkgerak-gerak *langsung bayangin patung buaya tadi* dan ternyata BIAWAK pemirsa… Ternyata disitu ada pulau biawak yang pas kami deketin banyak banget biawaknya. Merinding dong… Aksanya juga marah-marah nggak mau mendekat lagi tapi udah sempat saya rekam sih. πŸ˜€ hehe First time experience banget nih, encounter wildlife.

 

Hari sudah semakin siang, sebenarnya kami berencana untuk makan siang, tapi sejauh mata memandang tidak ada makanan di jual disini. Jadi buat yang berencana kesini jangan lupa untuk bawa bekal yang banyak. Karena kedepan kabarnya akan dibuka waterboom disini, wohoo pasti kita akan balik lagi. Makanya yukkk kunjungi Kota Pekanbaru dengan Alam Mayangnya. πŸ˜€

 

Facebook Comments
Share on
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply