Follow:
Family trip, Parenting, Staycation Tips, Travel tips

Menonton Bioskop Bersama Si Kecil

Menonton Bioskop Bersama si Kecil

Sebenarnya umur berapa sih anak boleh diajak ke bioskop? Well, yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah ibu anak masing-masing karena setiap individu berbeda-beda. Ada ibu yang mulai  mengajak anaknya sejak bayi 3 bulan. Alasannya justru si anak bisa tidur nyenyak karena cukup remang dan dingin serta tidur ketika disusui sepanjang film diputar. Tentu saja dengan pertimbangan seperti anak dalam kondisi fit dan nggak sensitif dengan suara keras. Kalau saya mengajak Aksa pertama kali sekitar umur hampir dua tahun dan dia belum mengerti filmnya, cuma saat itu dia asyik ngemil dan menyusu jadi saya anggap belum benar-benar bisa menikmati.

Second attempt yaitu mengajak Aksa nonton Zootopia. Disini saya melakukan kesalahan karena walaupun ratingnya “SEMUA UMUR” ternyata banyak adegan menakutkan seperti scene keganasan binatang. Dia sering minta peluk sepanjang film, dan a little too late untuk menjelaskan karena seharusnya sebelum film dimulai, Phew *lap keringet* . Jadi waktu itu saya belum tahu kalau ada situs khusus yang bernama common sense media yang mereview film menurut kategori umur anak-anak, dan Zootopia ini kaerna ceritanya yang agak scary dan ada konspirasi masuk ke kategori 8 tahun keatas ternyata. Maka besoknyasebelum nonton bisa dicek dulu di situs tersebut Jadilah setelah itu si kecil sempat trauma dan nggak mau nonton bioskop lagi~bahkan lihat logo XXI ketika ke mall udah melengos dong~dan imbasnya dia yang suka ngelus-elus kucing jadi jaga jarak sama binatang. Dan ini kerugian banget. Soalnya sekarang di hampir setiap tempat rekreasi selalu menyediakan bioskop mini 3D atau 4D. Seperti waktu kemarin kami mengunjungi Legoland Malaysia, banyak film 4D gratis diputar tapi anaknya ogah… So sad.

Nah kemarin waktu ada film Coco diputar ternyata anaknya tiba-tiba mau dan excited. Rupanya dia merasa “secure” setelah melihat trailer film itu sebelumnya. Mungkin karena sudah ada gambaran filmnya bakal seperti apa jadi dia merasa aman. Sampai hari ini tadi kami menonton film Thomas di CGV karena dia yang minta sendiri setelah melihat trailernya.

Penggemar Thomas yang akhirnya nonton Thomas~

Penggemar Thomas yang akhirnya nonton Thomas~

Sebenarnya apa sih manfaat menonton film? Sampai anak-anak diajak “gelap-gelapan” nggak nunggu besok udah besar. Well justru semakin dini menurutku semakin bagus karena menonton ini selain menghibur juga sebagai sarana bonding orang tua dan anak. Biasanya karena menonton  anak akan timbul pertanyaan-pertanyaan kritis yang menjadi media belajar kita juga bagaimana menjelaskan konsep sesuai umurnya. Aksa juga semakin banyak perbendaharaan dan ekspresi perasaan, seperti ketika pulang menonton film COCO dia bisa berujar “Mama Coco-nya kasihan ya, sedih”. :’)

Selain itu salah satu keuntungannya adalah menonton bersama orang tua akan menjadi kenangan “first time” masa kecil anak-anak yang akan diingat sampai dewasa  bahwa keluarganya lah yang pertama kali mengajak ke bioskop. Soalnya sayapun demikina, masih inet banget film pertama yang ditonton bareng keluarga. Efek lebihnya lagi yang saya pernah baca ketika kenyamanan bersama keluarga tercipta, akan meminimalisir anak yang troublesome maupun manipulatif. Dan bahkan bukan tidak mungkin kelak ketika dewasa dia akan gantian mengajak orang tuanya ke bioskop karena lebih nyaman bepergian bersama keluarga daripada orang lain. Keuntungan untuk orang tua sudah pasti quality time dan stress reliever. Itulah kenapa kadang-kadang ada ibu dengan bayi diajak menonton. Karena ke bioskop bisa jadi merupakan ASI boosternya (termasuk saya.. hehe).

Meskipun tidak ada larangan orang tua membawa anak-anak, tentunya kita harus melihat sikon juga serta sadar bahwa bioskop adalah ruang publik maka dari itu sejauh pengalaman saya berikut bisa jadi tips membawa anak ketika nonton bioskop:

  • Pilihlah hari dan jam kerja supaya sepi jika ingin membawa anak pertama kali. Terlalu banyak orang bisa membuat anak terdistraksi.
  • pilih seat paling belakang karena anak-anak akan cenderung berdiri di kursi supaya tidak menggangu penonton yang lain .
  • Pilih film sesuai umur dan cek dulu ratingnya apakah cocok dengan anak kita.
  • JIka anak mulai rewel, keluarlah dulu untuk menenangkannya.
  • Jika terus-terusan menangis dan tidak nyaman, saatnya untuk berhenti menonton karena tentunya kebutuhan anak yang utama.

Sebenarnya saya juga masih dalam tahap belajar karena ketika ada anak yang jalan-jalan pindah kursi karena sebagian seatnya kosong, Aksa termotivasi untuk menirukan. Syukurlah masih bisa di beri pengertian. Semoga ilmu yang sedikit tadi bisa berguna ya bagi busui yang masih ragu-ragu pengen nonton Dilan tapi ajak bayinya enggak 😀

 

 

Facebook Comments
Share on
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply